Senja di Pantai

perjalananrefleksi
Langit senja berwarna merah menyala di atas laut lepas dengan ombak kecil menghampiri pantai

Ada sesuatu yang ajaib dari pantai saat senja. Bukan hanya warnanya — meski langit oranye keunguan itu memang indah — tapi cara waktu terasa berbeda di sana.

Berhenti Sejenak

Sore itu saya duduk di pasir, sepatu sudah dilepas, dan mendengarkan suara ombak. Tidak ada notifikasi, tidak ada jadwal, tidak ada yang harus dilakukan. Hanya duduk, menonton, dan bernapas.

Dan ternyata, berhenti sejenak itu jauh lebih sulit dari yang saya kira. Pikiran tetap berjalan. Rencana tetap bertebaran. Tapi perlahan, suara ombak itu menenggelamkan semuanya.

Siluet seseorang berdiri di tepi pantai memandangi matahari terbenam

Pelajaran dari Senja

Saya sering berpikir bahwa produktivitas adalah tentang selalu bergerak. Tapi kadang, hal terproduktif yang bisa dilakukan adalah berhenti. Memberi ruang untuk pikiran mengendap. Memberi hati waktu untuk meresapi.

Senja mengingatkan saya bahwa semua hal akan berlalu — yang baik maupun yang buruk. Dan karena itu, lebih baik nikmati saat ini.

“Almost everything will work again if you unplug it for a few minutes, including you.” — Anne Lamott

Mungkin esok saya akan kembali ke rutinitas. Tapi sore ini, saya memilih untuk tetap di sini, di tepi laut, menunggu matahari tenggelam.

Ditulis oleh Away (Yanwar Purnama).

← Kembali ke Blog